Tidur sore merupakan kebiasaan tidur di waktu menjelang sore atau setelah aktivitas siang hari, biasanya antara pukul 15.00–17.30. Tidur sore bisa memberikan dampak positif maupun negatif, tergantung durasi dan kondisinya.
Setelah tidur sore banyak orang merasa pusing. Kondisi ini sebenarnya cukup umum dan disebut sleep inertia, yaitu rasa “linglung”, berat di kepala, dan pusing sesaat setelah bangun tidur.
Berikut penjelasan lengkap mengapa tidur sore bisa membuat pusing setelah bangun:
1. Tidur Terlalu Lama
Jika tidur sore lebih dari 30–60 menit, tubuh masuk ke fase tidur yang lebih dalam (deep sleep). Ketika dibangunkan di fase ini, otak belum siap aktif penuh → muncul pusing, lemas, dan bingung.
2. Tidur Terlalu Dekat Waktu Malam
Tidur sore menjelang magrib atau malam mengacaukan ritme sirkadian tubuh.
Akibatnya, tubuh “kaget” saat bangun dan memunculkan pusing.
3. Aliran Darah Berkurang Saat Posisi Tertentu
Saat tidur dalam posisi salah (misalnya leher tertekuk), aliran darah ke kepala terganggu.
Bangun-bangun kepala terasa berat atau nyeri.
4. Gula Darah Menurun
Jika tubuh belum makan sejak siang, tidur sore bisa membuat gula darah turun lebih rendah.
Hasilnya: pusing, gemetar, atau lemas saat bangun.
5. Dehidrasi Ringan
Kurang minum sebelum tidur juga bisa membuat kepala terasa pusing setelah bangun.
6. Cahaya Ruangan dan Suhu Tidak Nyaman
Tidur sore di ruangan terang, panas, atau bising dapat membuat kualitas tidur buruk → bangun terasa tidak enak dan pusing.
7. Otak Belum Beradaptasi
Bangun secara mendadak membuat otak butuh waktu untuk mengaktifkan fungsi kognitif.
Sebelum “mesin otak” panas, pusing muncul sebentar.
Lantas, bagaimana Mengurangi pusing setelah tidur sore?
• Tidur sore 10–20 menit saja (power nap).
• Hindari tidur sore setelah pukul 16.30–17.00.
• Minum air sebelum tidur.
• Jangan tidur dengan posisi leher tertekuk.
• Bangun perlahan: duduk dulu, baru berdiri.
