Saat lahir, bayi normalnya memiliki berat badan di atas 2.5 kg dengan panjang badan di atas 47 cm. Waspadai jika bayi baru lahir tidak mencapai berat dan tinggi badan normal, karena sangat rawan terkena gejala stunting.
Pencegahan stunting dilakukan sejak masa 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak awal pembuahan, kehamilan, sampai anak berusia 2 tahun. Dari laman kemkes.go.id selama kehamilan ibu bisa melakukan hal-hal berikut untuk mengurangi risiko kekurangan gizi bagi ibu hamil dan janin yang dikandung:
1. Rutin melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan minimal 6 kali, dengan minimal 2 kali pemeriksaan oleh dokter atau bidan pada trimester 1 dan 3. Tujuannya untuk memastikan kesehatan ibu hamil dan memantau pertumbuhan janin dalam kandungan. Jika ditemukan adanya kelainan atau gangguan dalam pertumbuhan, ibu hamil bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin yang tepat.
2. Minum tablet tambah darah (TTD), Ibu harus mengkonsumsi TTD setiap hari selama kehamilan, minimal 90 tablet. Pastikan kandungan TTD sedikitnya berisi 60 mg zat besi dan 400 microgram asam folat. Tujuannya untuk mengurangi risiko kekurangan zat gizi pada ibu hamil dan janin dalam kandungan.
3. Mengikuti konseling, konseling membantu ibu hamil mengatasi gejolak emosi dan psikologis yang dirasakan selama kehamilan. Ibu hamil juga perlu mengikuti kelas ibu hamil untuk mendapatkan perawatan kehamilan, yang bisa membantu Ibu memastikan tumbuh kembang janin yang sehat.
4. Berikan air susu ibu (ASI), Air susu ibu (ASI) memiliki semua kandungan gizi, makronutrien dan mikronutrien, yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembang secara optimal. Ibu harus memberikan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) segera setelah persalinan dan skin-to-skin contact minimal selama 1 jam. Kemudian berikan ASI secara eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan dan meneruskannya hingga usia 2 tahun.
5. Protein hewani pada MPASI, saat bayi berusia 6 bulan, Ibu perlu melengkapi nutrisi dari ASI dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Makanan yang diberikan harus mengandung gizi seimbang dan lengkap, terutama protein hewani. Berikan cukup protein hewani sedini mungkin, seperti ikan, telur, susu, daging ayam dan daging sapi, untuk mendukung tumbuh kembang optimalnya.
