Telur ayam adalah salah satu bahan makanan yang paling sering digunakan dalam berbagai hidangan. Namun, tidak semua telur yang terlihat baik di luar benar-benar segar di dalam. Memilih telur yang fresh penting untuk menjaga kualitas masakan sekaligus mencegah risiko gangguan kesehatan.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memperhatikan kondisi kulit telur. Telur yang segar biasanya memiliki cangkang yang bersih, kering, dan tidak retak. Hindari telur yang terlihat lembap, terasa lengket, atau memiliki bercak aneh pada permukaannya karena itu bisa menandakan kontaminasi atau mulai rusak.
Selain itu, perhatikan juga bentuk dan berat telur. Telur yang masih fresh umumnya terasa lebih berat dibandingkan telur lama karena kandungan air di dalamnya belum banyak menguap. Bentuknya pun cenderung lebih oval sempurna dan tidak terlalu lonjong. Telur yang terlalu ringan atau bentuknya tidak normal sebaiknya tidak dipilih.
Jika memungkinkan, lakukan uji goyang. Pegang telur dan goyangkan secara perlahan. Telur yang segar tidak akan menimbulkan suara cairan bergoyang di dalamnya. Sebaliknya, telur yang sudah lama akan terdengar seperti ada cairan yang bergerak karena kuning telurnya mulai memudar dan mengendur.
Cara lain yang sering digunakan adalah uji air. Masukkan telur ke dalam wadah berisi air. Telur segar akan tenggelam ke dasar dan tetap dalam posisi tidur. Telur yang sedikit lama biasanya berdiri miring, sementara telur yang sudah tidak layak konsumsi akan mengapung karena banyak udara yang masuk ke dalam cangkang.
Memilih telur yang fresh memang mudah, selama tahu apa saja yang perlu diperhatikan. Dengan teliti memeriksa kondisi cangkang, berat, hingga melakukan uji sederhana, kamu bisa mendapatkan telur yang lebih aman, lezat, dan berkualitas untuk berbagai olahan masakan.
