Kemampuan Si Kecil akan berkembang pesat selama periode emas (golden age period), yakni ketika usianya masih berada di bawah lima tahun. Golden age period adalah proses perkembangan otak pada anak yang mencapai 80 persen dan hanya terjadi sekali seumur hidup.

Menurut Journal of Infant Behaviour and Development berjudul The influence of the number of toys in the environment on toddlers’ play, pemilihan jenis mainan dapat memengaruhi kreativitas anak. Untuk itu ada beberapa hal yang harus kita perhatikan :

1.  Sesuaikan dengan usia anak

Sebelum membeli mainan untuk anak, orang tua perlu melihat pada kemasan mainan apakah sesuai dengan usia anak atau tidak. Biasanya, pada label mainan sudah ada keterangan anak usia berapa yang bisa memainkannya.

Apabila ibu memiliki anak-anak dengan rentang usia yang cukup jauh, maka perhatikan ketika si bungsu yang usianya paling kecil bermain dengan kakak. Jangan sampai, mainan kakak berada pada jangkauan anak yang usianya tidak sesuai, ya.

2.  Perhatikan ukuran

Anak-anak di bawah usia tiga tahun masih rentan memasukkan benda asing ke dalam mulutnya. Jadi, mainan yang ukurannya kecil bisa berbahaya untuknya apabila tertelan.

Ada baiknya untuk anak usia di bawah 3 tahun, orang tua memilihkan jenis mainan yang lebih besar atau setidaknya aman dan tidak akan mungkin tertelan.

3.  Waspada pada bentuk mainan

Tidak semua mainan aman untuk Si Kecil. Sebab, kalau bentuknya lancip atau bersisi tajam, ada kemungkinan bisa melukai anak. Itulah mengapa orang tua perlu memerhatikan bentuk mainan anak.

Selain itu, hindari juga jenis yang memiliki tali, benang, atau pita yang panjangnya lebih dari 30 sentimeter. Apabila orang tua tidak waspada, mainan seperti ini sangat mungkin terlilit pada tubuh Si Kecil.

4.  Mainan yang dapat dicuci

Alangkah baiknya jika orang tua memilih mainan anak yang dapat ibu cuci sebelum anak menggunakannya kembali. Ini karena Si Kecil yang masih belum sadar betul cara menjaga kebersihan dan seringkali memiliki kebiasaan memasukkan tangan ke mulut.

Kalau sudah begini, kuman dan bakteri jadi lebih mudah menyebar. Makanya, material mainan yang dapat ibu cuci menurunkan risiko penularan kuman atau bakteri.

5.  Memiliki nilai edukasi

Ada baiknya mainan anak tidak hanya bersifat menyenangkan tetapi juga mendidik. Pilihlah yang dapat mengajarkan anak untuk berpikir, berkreasi dan berimajinasi.

Misalnya seperti mainan tanah liat, puzzle, atau untuk anak yang lebih kecil bisa dengan mainan angka atau huruf.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini