Menurut Carl Jung, seorang psikolog terkenal dari Swiss yang mencetuskan konsep psikoanalisis, ekstrovert lebih dipengaruhi oleh lingkungan mereka dan lebih mudah untuk mengekspresikan pendapat ketika public speaking. Sementara introvert cenderung lebih tertutup dan diam sesuai dengan segala bias, fantasi, mimpi, dan persepsi individu dalam diri mereka.
Bagi sebagian orang yang memiliki karakter introvert, berbicara di depan umum seringkali menjadi tantangan tersendiri. Namun, anggapan bahwa introvert tidak bisa tampil percaya diri di depan publik perlahan perlu diubah. Kuncinya adalah menggeser pola pikir dan keluar dari zona nyaman yang selama ini mengikat. Memang tidak mudah, namun kemampuan public speaking bisa diasah secara bertahap. Bagaimana cara nya? Inilah 3 cara public speaking bagi introvert.
1. Mengubah mindset.
Jangan menjadikan label “introvert” sebagai alasan untuk tidak percaya diri atau merasa tidak mampu berbicara di depan banyak orang. Menurut sejumlah motivator, keberanian untuk mencoba adalah langkah awal yang sangat penting.
2. Mencari Role Model
mencari role model yang juga berasal dari kalangan introvert. Ini bertujuan agar proses adaptasi terasa lebih realistis dan relatable. Salah satu contohnya adalah Emma Watson, aktris sekaligus aktivis yang dikenal sebagai pribadi pemalu dan introvert. Namun, lewat berbagai pidato publik, seperti saat menyuarakan kampanye HeForShe di PBB, Emma mampu menunjukkan bahwa kepercayaan diri dan pesan yang kuat bisa disampaikan meskipun bukan dari karakter yang dominan ekstrovert.
3. Konsistensi
dalam latihan dan kemauan untuk terus berkembang. Public speaking bukan semata-mata soal bakat, melainkan keterampilan yang bisa diasah siapa saja. “Kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak?” menjadi kalimat pemicu semangat yang relevan bagi siapa pun yang ingin keluar dari batasan diri
