Penipuan dengan modus transfer palsu kembali marak dan menjadi viral di media sosial. Banyak korban mengaku tertipu oleh pelaku yang mengirimkan bukti transfer palsu lalu meminta pengembalian dana secara cepat
Pakar Keamanan Siber Alfons Tanujaya mengatakan bahwa modus ini bukan hal baru, namun masih sangat efektif karena memanfaatkan kelengahan dan kepanikan korban.
Berikut tips yang bisa dipergunakan agar terhindar dari transfer palsu.
1.Selalu Periksa Sumber Informasi
Jika ada yang mengaku dari bank, perusahaan, atau keluarga, pastikan nomornya resmi. Jangan langsung percaya dengan nomor asing yang tiba-tiba meminta transfer. Karena bisa dipastikan itu adalah penipuan.
2.Jangan Panik atau Terburu-buru
Penipu sering memanfaatkan situasi darurat agar korban panik, seperti mengaku anak atau saudara kecelakaan. Tetap tenang dan verifikasi dulu informasi tersebut.
3.Cek Mutasi dan Bukti Transfer dengan Teliti
Banyak modus mengirim “bukti transfer palsu” via WA atau email. Jangan langsung percaya sebelum memeriksa langsung ke rekening atau lewat aplikasi mobile banking.
4.Hindari Membagikan Data Pribadi atau OTP
Jangan pernah memberikan data seperti PIN, OTP, atau password, walaupun mengaku dari pihak bank.
5.Waspadai Tawaran yang Terlalu Bagus untuk Jadi Nyata
Seperti menang hadiah, undian, atau diskon besar yang mengharuskan bayar dulu. Biasanya itu modus penipuan.
5.Gunakan Rekening Bersama untuk Transaksi Online
Saat belanja online, terutama di luar marketplace resmi, gunakan rekening bersama (rekber) untuk menghindari risiko uang hilang.
7.Laporkan ke Pihak Berwenang Jika Mencurigakan
Jika merasa ada upaya penipuan, segera lapor ke bank terkait atau ke Laporan Hoaks dan Penipuan di situs resmi seperti cekrekening.id atau lapor.go.id.
8.Jika Tidak Mempunyai M-bangking Telpon Customer Service
Jika tidak memiliki m-banking maka untuk meyakinkan ada transaksi keluar dan masuk melalui telepon yang terhubung dengan bank yang bersangkutan.
