Hujan deras selama empat jam memicu longsor di jalur utama Tulungagung-Trenggalek. Longsor menghambat aktivitas warga dan kelancaran transportasi antarwilayah.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma, menyebut talud sepanjang 10 meter rusak parah. “Kami telah memasang penanda dan meminta masyarakat memutar jalan untuk menghindari lokasi,” jelasnya, Minggu (24/11/2024).

BPBD juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mempercepat penanganan bencana tersebut. “Kami berharap aktivitas masyarakat segera kembali normal setelah penanganan optimal,” tambah Gilang.

Camat Pagerwojo, Setiono, mengatakan longsor terjadi di kawasan Jati Growong, Desa Samar. Pada 2023, talud sempat diperbaiki, namun longsor tetap terjadi akibat tanah labil.

“Bagian bahu jalan sepanjang 50 meter runtuh ke jurang sedalam tujuh meter,” ujar Setiono. Pemerintah berencana membangun jalur darurat sembari menyusun solusi jangka panjang.

Saat ini, sistem buka-tutup diberlakukan untuk mengatur lalu lintas di area terdampak. “Jalur kampung ada, tapi sulit dilalui kendaraan berat seperti truk angkutan susu,” katanya.

Longsor juga menghambat distribusi susu peternak dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. “Kami butuh dukungan pemerintah agar dampak ekonomi bisa diminimalkan,” tegas Setiono.

BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah hujan diperkirakan terus meningkat. “Pencegahan bencana harus menjadi prioritas untuk mencegah kerugian lebih besar,” terang Gilang.

November 24, 2024

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini