Hari Teh Internasional atau International Tea Day diperingati setiap tanggal 15 Desember. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai dampak perdagangan teh terhadap petani dan pekerja, namun juga dirayakan oleh pecinta teh di seluruh dunia.
Melansir laman Wikipedia, Hari Teh Internasional dirayakan setiap tahun pada tanggal 15 Desember. Perayaan ini telah berlangsung sejak tahun 2005 di negara-negara penghasil teh, seperti Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Vietnam, Indonesia, Kenya, Malawi, Malaysia, Uganda, India dan Tanzania. Hari Teh Internasional ditujukan untuk menarik perhatian pemerintah dan masyarakat dunia mengenai dampak perdagangan teh kepada pekerja dan petani teh, dan mengaitkan dengan permintaan dukungan harga dan perdagangan yang adil.
Setelah pertemuan awal di Forum Sosial Dunia pada tahun 2004, Hari Teh Internasional dirayakan di New Delhi pada tahun 2005, dan selanjutnya dirayakan di Sri Lanka pada tahun 2006 dan 2008. Perayaan ini juga menghadirkan Konferensi Teh Global yang diadakan bersama-sama oleh gerakan serikat buruh.
Namun, ditahun 2019 PBB secara resmi menetapkan tanggal 21 Mei sebagai Hari Teh Internasional. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya minuman ini melebihi dari biasanya, dan menghubungkannya dengan stabilitas keuangan global dan sejarah budaya.
Dan tentunya perayaan Hari Teh Internasional akhirnya diperingati dua kali dalam setahun, yaitu di 21 Mei dan 15 Desember.
Teh lebih dari sekedar minuman. Ini memiliki makna budaya yang mendalam di seluruh dunia. Masyarakat Inggris menganggap gaya hidup minum teh sore hari adalah sesuatu yang sakral. Selain itu, upacara minum teh merupakan salah satu bentuk seni dan meditasi di Jepang. Teh telah lama dikaitkan dengan harmoni dan wawasan di Tiongkok.
