Tanggal 23 November memperingati hari apa saja? Menarik untuk diketahui bahwa ada beberapa peringatan yang diakui secara nasional maupun internasional.
1. Hari Berkabung Nasional Menjadi Peringatan Sejarah Thanksgiving
Setiap tanggal 23 November di Peringatan sebagai Hari Berkabung Nasional jatuh pada Kamis keempat bulan November, tahun ini jatuh pada 23 November. Pada peringatan ini setiap tahunnya penduduk asli Amerika Serikat di New England berkumpul untuk melakukan protes.
Protes tersebut merupakan pengingat mengenai perlakuan tidak adil yang dirasakan penduduk asli Amerika sejak 1620. Hari Berkabung Nasional mengingatkan kita semua bahwa Thanksgiving hanyalah sebagian dari cerita. Sejak 1970, terjadi perkumpulan pada siang hari di Cole’s Hill di Plymouth, Massachusetts, untuk memperingati Hari Berkabung Nasional pada Hari Thanksgiving.
Masyarakat di Negeri Paman Sam percaya bahwa perayaan ini mulai dari pesta panen di tahun 1621. Dikutip dari buku Delapan Semester Petak Umpet dengan Cinta, Arleen A. (2006), tradisi Thanksgiving diawali oleh petani-petani di masa dulu yang mengucapkan syukur akan hasil panen mereka.
Para peziarah mendarat di Plymouth dan mendirikan koloni pertama pada 1620. Dengan demikian, ini adalah kota tertua di New England. Namun, banyak penduduk asli Amerika tidak merayakan kedatangan para peziarah dan pemukim Eropa lainnya.
Thanksgiving adalah pengingat brutal akan genosida jutaan penduduk asli, pencurian tanah penduduk asli, dan serangan tanpa henti terhadap budaya penduduk asli.Pada saat perayaan Thanksgiving, banyak orang menghabiskan waktu bersama keluarga besar. Hal itu karena Thanksgiving dapat dijadikan sebagai momen untuk berterima kasih atas sejumlah hal dalam hidup.
2. Hari Espresso Nasional
Hari Espresso Nasional diperingati sebagai bentuk apresiasi terhadap peran espresso dalam budaya kopi modern. Peringatan ini berakar dari sejarah perkembangan minuman kopi pekat yang kini menjadi dasar berbagai sajian populer di seluruh dunia.
Menurut catatan sejarah, cikal bakal espresso dimulai pada akhir abad ke-19. Pada 1884, Angelo Morindo mematenkan mesin kopi berbasis uap yang menjadi fondasi teknologi pembuatan espresso.
Beberapa tahun kemudian, Luigi Bezzera menyempurnakan metode tersebut dengan menghadirkan teknik mendorong air bertekanan tinggi melalui bubuk kopi halus.
Proses inilah yang menghasilkan espresso dengan cita rasa kuat serta lapisan busa khas bernama krema, yang mengandung minyak dan gula alami dari biji kopi.
Hari Espresso Nasional menjadi momentum untuk mengapresiasi inovasi yang telah membentuk budaya minum kopi, sekaligus mengingatkan bahwa secangkir espresso bukan hanya sebuah minuman, tetapi hasil dari sejarah panjang kreativitas dan perkembangan teknologi kopi.
3. Hari Fibonacci (Fibonacci Day)
Hari Fibonacci diperingati setiap 23 November sebagai bentuk apresiasi terhadap salah satu deret angka paling berpengaruh dalam sejarah matematika. Penetapan tanggal 11/23 dipilih karena mencerminkan empat angka awal deret Fibonacci: 1, 1, 2, dan 3.
Sejarah peringatan ini berakar pada kontribusi Leonardo Fibonacci, matematikawan Italia yang memperkenalkan deret tersebut melalui karyanya Liber Abaci pada abad ke-13.
Temuannya tidak hanya merevolusi cara perhitungan pada masanya, tetapi juga membuka wawasan baru mengenai pola-pola numerik yang muncul secara alami di alam, seperti spiral bunga matahari, cangkang siput, hingga proporsi tubuh makhluk hidup.
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, deret Fibonacci digunakan dalam berbagai bidang modern, mulai dari arsitektur, teknologi, seni, hingga analisis pasar saham.
Peringatan Hari Fibonacci menjadi momentum untuk mengapresiasi bagaimana pola sederhana yang ditemukan berabad-abad lalu dapat memengaruhi cara manusia memahami struktur alam dan membangun inovasi hingga saat ini.
4. Hari Mete Nasional (National Cashew Day)
Hari Mete Nasional diperingati setiap 23 November sebagai bentuk apresiasi terhadap kacang mete yang telah menjadi salah satu camilan dan bahan makanan favorit di berbagai belahan dunia.
Peringatan ini berangkat dari popularitas mete yang semakin meningkat, khususnya di Amerika Serikat, sebelum kemudian dikenal luas di banyak negara, termasuk Indonesia.
Secara historis, mete berasal dari pohon jambu mete (Anacardium occidentale) yang pertama kali dibudidayakan oleh masyarakat di wilayah Amerika Selatan dan menyebar ke berbagai negara tropis melalui perdagangan.
Karakteristik pohonnya yang mudah tumbuh di iklim hangat menjadikan mete cepat populer dan banyak dikembangkan sebagai komoditas pangan.
Seiring waktu, kacang mete mulai digunakan dalam berbagai olahan, mulai dari kue, cokelat, masakan, hingga camilan panggang yang digemari banyak kalangan. Kandungan nutrisi di dalamnya seperti protein, lemak sehat, dan mineral juga memperkuat posisinya sebagai makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga bermanfaat.
Peringatan Hari Mete Nasional menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan mete dari bahan pangan lokal hingga menjadi produk global, sekaligus mengingatkan masyarakat akan beragam manfaat yang ditawarkannya.
