Ada beberapa perayaan penting pada hari Sabtu, 23 Agustus salah satunya adalah Hari Peringatan Perbudakan.
Setiap tanggal 23 Agustus, dunia memperingati sejumlah momen bersejarah yang sarat makna. Mulai dari perjalanan diplomasi Indonesia lewat Konferensi Meja Bundar (KMB), kenangan pahit perbudakan, tragedi rezim Stalinisme dan Nazisme, hingga perayaan unik Hari Penerbangan Murah.
23 Agustus memperingati hari apa saja?
Berikut ini beberapa hari peringatan pada (23/8/2025) :
1. Konferensi Meja Bundar
Tanggal ini menjadi catatan penting bagi bangsa Indonesia. Pada 23 Agustus 1949, KMB resmi digelar di Den Haag, Belanda, setelah serangkaian konflik bersenjata dan diplomatik dengan Belanda yang menolak kemerdekaan Indonesia.
Melalui KMB, disepakati penyerahan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). Meski keputusan ini mengharuskan Indonesia menanggung utang Hindia Belanda senilai 4,6 miliar gulden, momen tersebut menjadi tonggak berakhirnya kolonialisme Belanda. Penyerahan resmi dilakukan pada 27 Desember 1949 di Amsterdam.
2. Hari Peringatan Perbudakan
Di tingkat global, 23 Agustus diperingati sebagai International Day for the Remembrance of the Slave Trade and its Abolition. Peringatan ini mengacu pada pemberontakan budak Afrika di Saint Domingue, Haiti, tahun 1791, yang menjadi awal kebangkitan melawan perbudakan.
PBB menetapkannya untuk mengenang jutaan korban perdagangan budak lintas Atlantik yang berlangsung lebih dari 400 tahun.
3. Hari Pita Hitam
Tanggal yang sama juga dikenang sebagai Black Ribbon Day, peringatan bagi korban Stalinisme di Uni Soviet dan Nazisme di Jerman. Momentum ini berawal dari penandatanganan Pakta Molotov-Ribbentrop pada 23 Agustus 1939 yang memicu Perang Dunia II.
Resmi diakui oleh Parlemen Eropa pada 2008, Hari Pita Hitam menjadi pengingat akan tragedi kemanusiaan di bawah rezim totaliter.
4. Hari Penerbangan Murah
Tak hanya peringatan sejarah kelam, 23 Agustus juga dikenal dengan nuansa ringan lewat Cheap Flight Day. Momen ini muncul dari tren berburu tiket pesawat murah setelah musim liburan berakhir.
Tradisi tersebut berakar pada krisis keuangan 2007–2010, ketika masyarakat mencari cara berhemat, termasuk untuk perjalanan udara. Kini, setiap 23 Agustus, para pelancong kerap memanfaatkan diskon tiket untuk merencanakan liburan hemat.
Berbagai peringatan yang jatuh pada 23 Agustus ini menjadi pengingat bahwa sejarah dunia penuh dengan dinamika dari perjuangan bangsa Indonesia meraih kedaulatan, luka mendalam akibat perbudakan dan rezim totaliter, hingga lahirnya tradisi baru dalam perjalanan modern. Semua itu menegaskan pentingnya mengenang masa lalu sekaligus memetik hikmah untuk melangkah ke masa depan
