Tak dapat di pungkiri, Fenomena judi online kian merebak di kalangan masyarakat, kalangan remaja hingga orang tua, ada yang hanya sebagai bentuk hiburan semata, namun parahnya lagi, seseorang yang sudah kecanduan judi bisa melakukan pencurian atau penipuan demi bisa terus berjudi.

Yang viral saat ini adalah judi (togel) online dan juga Judi (Slot), yang aplikasi bermainnya, banyak di temukan di dunia maya, Pemerintah pun telah membentuk Satgas Judi Online dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden RI Nomor 21 Tahun 2024 Tentang Satuan Tugas Pemberantasan Judi Daring. walau pemerintah mengkalim sudah menutup aplikasi-aplikasi judi tersebut (hingga ribuan) namun aplikasi ini akan muncul dengan nama lainnya.

Meskipun pemerintah mengaku sudah melakukan perang terhadap judi online, namun kembali kepada masyarakat. Trik para pengelola judi online ini cukup baik, dengan memberikan “uang kembali” atau cash back bagi pengguna, jika uang yang telah di pertaruhkannya (deposit) telah kalah, masing-masing aplikasi judi mempunyai perhitungan cash back beragam, ada yang 5% maupun 10%, semisal anda deposit 200.000 dan kalah, maka akan ada pengembalian dari aplikasi tersebut di saldo akun judi anda sekitar 10.000 hingga 20.000.

Sebenarnya ini adalah trik dari aplikasi judi online, agar anda pengguna judi online mau kembali melakukan deposit, untuk kembali bermain judi (sebab biasanya, untuk menarik uang anda (withdraw) minimal sebesar 50.000 rupiah.

Mungkin juga ada yang pernah merasakan jackpot (JP) saat bermain judi online, namun biasanya setelah JP, aplikasi judi online tersebut akan kembali menyedot uang anda, jika anda tetap kembali bermain

Judi slot kini menjadi salah satu permainan yang makin digemari oleh orang Indonesia. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melalui Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengungkapkan bahwa pada 2023 perputaran uang terkait judi online mencapai Rp327 triliun. Sedangkan pada 2024 kuartal pertama, perputarannya mencapai Rp110 triliun.

Hal yang lebih memprihatinkan adalah sebanyak 197.540 anak dengan rentang usia 11-19 tahun terlibat judi online dengan nilai transaksi Rp293,4 miliar.

Tak jarang juga, mereka yang bermain judi slot ini rela meminjam uang ke pinjaman online (pinjol) ilegal berkali-kali untuk bisa bertaruh. Sehingga, banyak para pemain judi slot ini berakhir memiliki utang hingga puluhan sampai ratusan juta rupiah. Padahal sudah tahu kalau judi slot ini bagaikan ‘rantai’ yang menjebak orang yang memainkan permainannya sampai merugi, tapi tetap saja mereka sulit lepas.

Berikut tips praktis agar anda terhindar dari judi online.

1. Kenali Bahaya Judi Online

Anda wajib mencari tahu terlebih dahulu bahaya dari judi online tersebut, judi bisa menyebabkan masalah kauangan, bukan hanya itu, judi juga bsia merembet ke physikologis kita (dan jangan di anggap remeh factor physikologis) karena banyak kasus yang terjadi di latar belakangi judi online, Suami membakar istri, melakukan kekerasan ke anak, berhutan dan tak bisa membayar.

Judi juga berpengaruh pada gangguan hubungan sosial, gangguan apda pekerjaan anda. Sehingga ketika anda menyadari bahayanya dampak negative tersebut, akan membantu anda untuk berpikir dua kali apabila anda ingin bermain judi online.

2. Meningkatkan Kesadaran Diri

Kesadaran diri anda harus anda ketahui terlebih dahulu, untuk apa anda ingin bermain judi online, apakah mengisi waktu luang, mencari hiburan, pelarian dari masalah, terobsesi untuk mendapatkan uang yang banyak dalam waktu singkat.
Dengan mengetahui motivasi di balik keinginan berjudi, dapat membantu seseorang mengelola dorongan tersebut dengan lebih baik. Pemahaman itu dapat membantu mencari alternatif lebih sehat dan bermanfaat. Misalnya, lebih focus pada pekerjaan, mencari hobi baru, aktivitas fisik, hingga berbicara dengan teman atau profesional untuk menangani stres dan masalah lain.

3. Blokir Situs Judi online

sering kali ketika anda sudah mendaftarkan diri dalam satu akun judi online, maka kemungkinan besar, akan banyak iklan-iklan judi online yang masuk dalam smartphone anda, apakah itu melalui Instagram, facebook, WA atau media sosial lainnya.

Anda bisa menghindari judi online menggunakan teknologi yang ada. Manfaatkan fitur-fitur pengendalian diri pada perangkat dan platform online. Misalnya, aplikasi yang memblokir akses ke situs judi atau pengaturan pengingat untuk berhenti bermain. Anda juga bisa menghindarinya dengan memblokir akun-akun tersebut di perangkat smartphone anda.

4. Mencari Dukungan Sosial dan Mencari Bantuan Profesional

Apabila seseorang terlanjur melakukan kecanduan judi online atau sangat ingin melakukan judi online, carilah dukungan sosial. Coba membicarakan masalah dan mendapatkan perspektif orang lain untuk meneguhkan hati menjauhi judi.

Apabila masih belum terkontrol, jangan ragu mencari bantuan profesional. Bisa dengan konseling atau mengikuti program rehabilitasi khusus untuk kecanduan judi online. Mereka akan mendapatkan dukungan dan diberi strategi yang efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Ada anekdot yang menyatakan : “Bermain judi online, jangan gunakan uang beras, tapi gunakan uang bebas.” Namun yang perlu anda ketahui, bahwa judi online memiliki sebuah mekanisme untuk anda bisa kembali tertarik, apakah dengan gambar warna yang memukau, di tambah dengan back sound suara judi online yang cukup ceria dan lain sebagainya.

Intinya ketika anda berjudi online, anda harus tahu dan mengenal diri anda, sehingga tahu batasannya, namun satu hal yang pasti : “tidak ada pemain yang kaya jika bermain judi online, bandarlah yang akan menjadi kaya.”

Februari 7, 2025

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini