Satlantas Polres Tulungagung menghadirkan inovasi “Sigap”, kepanjangan SIM Gapai Pelajar. Layanan khusus bagi pelajar asli Tulungagung yang sudah berusia 17 tahun dan ingin membuat SIM baru.
Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Ivan Danara Oktavian mengatakan, program ini dibuat untuk menjawab kendala pelajar yang ingin memiliki SIM, tetapi terbentur waktu sekolah.
🗓️ Setiap Rabu
⏰ 13.30–16.00 WIB
📍 Satlantas Polres Tulungagung
Pelajar tidak perlu bolos atau meninggalkan pelajaran karena layanan dilakukan setelah jam sekolah.
Syaratnya tetap sama seperti pembuatan SIM pada umumnya. Pelajar harus berusia minimal 17 tahun, sudah memiliki KTP, membawa kartu pelajar, serta memenuhi persyaratan kesehatan jasmani dan rohani, hasil psikotes, kemudian mengikuti ujian teori dan praktik.
Program ini khusus untuk pelajar asli Tulungagung.
Menurut AKP Ivan, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.
Saat kegiatan go to school, Satlantas menemukan masih banyak pelajar yang berkendara tanpa memperhatikan keselamatan, seperti tidak menggunakan helm, menggunakan knalpot brong hingga berkendara secara ugal-ugalan.
Melalui Sigap SIM Gapai Pelajar, polisi tidak hanya memberikan layanan pembuatan SIM, tetapi juga memberikan edukasi mengenai aturan, etika dan keselamatan berlalu lintas sejak dini.
Proses layanan diperkirakan sekitar 60 menit, meski waktu dapat bertambah tergantung antrean dan pelaksanaan ujian.
Program ini masih dalam tahap uji coba. Pada pekan pertama tercatat baru dua pelajar yang mengikuti layanan.
Jika animo pelajar tinggi, Satlantas Polres Tulungagung membuka kemungkinan menambah jam pelayanan.
Harapannya sederhana: pelajar tertib berlalu lintas, memiliki SIM sesuai ketentuan, dan yang paling penting selamat sampai tujuan.
