Momen berharga di bulan Syawal masih terus berlangsung. Tepat pada esok hari, yakni Sabtu, 4 April 2026, umat Islam akan memasuki hari ketiga atau hari terakhir dari rangkaian puasa sunnah pertengahan bulan (Ayyamul Bidh).
Pelaksanaan Ayyamul Bidh di bulan ini menjadi sangat istimewa karena bertepatan dengan anjuran menunaikan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.
Bagi kaum muslimin yang ingin memaksimalkan ibadah, menggabungkan kedua puasa sunnah ini dalam satu hari adalah sebuah langkah cerdas secara spiritual. Berikut ulasan mendalam mengenai panduan, hukum, dan keutamaan pelaksanaannya.
Hukum Menggabungkan Niat Puasa Syawal dan Ayyamul Bidh
Dalam terminologi fikih Islam, menggabungkan dua niat ibadah disebut dengan tasyrikun niyyah. Secara khusus, menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Ayyamul Bidh hukumnya adalah boleh dan sah, serta pelakunya berhak mendapatkan pahala dari kedua ibadah tersebut sekaligus.
Berdasarkan kajian dari berbagai literatur keislaman, termasuk penjelasan mendalam dari situs Rumaysho dan artikel panduan yang dirilis oleh Universitas Komputama (UNIKMA) di Cilacap, Jawa Tengah, penggabungan niat ini sangat dianjurkan bagi mereka yang ingin mengefisienkan waktu.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah memberikan penjelasan rinci terkait hal ini. Beliau menegaskan bahwa barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal, dan pelaksanaan hari-hari tersebut kebetulan bertepatan dengan puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 hijriah), maka ia mendapatkan dua pahala sekaligus.
Dasar penetapannya adalah keumuman sabda Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa setiap amal bergantung pada niatnya. Karena keduanya berstatus sunnah dan bukan qadha (puasa wajib), maka penyatuannya diperbolehkan.
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Sekaligus Syawal
Untuk pelaksanaannya pada hari Sabtu, 4 April 2026 esok, niat puasa dapat diucapkan di malam hari hingga sebelum terbitnya fajar (shubuh). Niat ini cukup dilafalkan satu kali dengan merangkum kedua jenis puasa tersebut.
Berikut adalah panduan bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ اَيَّامَ اْلبِيْضِ وَعَنْ صَوْمَ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnati ayyamil bidh wa ‘an shaumis syawwali lillaahi ta’aala.
Artinya: “Saya berniat puasa besok hari untuk menunaikan kesunahan puasa Ayyamul Bidh dan kesunahan puasa Syawal karena Allah Ta’ala.”
Para ulama sepakat bahwa tempat berniat yang sesungguhnya adalah di dalam hati (mahallun niyyah fil qalb). Oleh karena itu, melafalkan niat (dengan lisan) hukumnya sunnah untuk membantu memantapkan hati. Jika seorang Muslim telah memiliki kesadaran dan kehendak di dalam hatinya pada malam hari untuk berpuasa Ayyamul Bidh sekaligus puasa Syawal esok hari, maka niatnya sudah dianggap sah meskipun tanpa pelafalan khusus.
Keutamaan Puasa Syawal Digabung Puasa Ayyamul Bidh
Menjalankan ibadah puasa di hari Sabtu besok bukan hanya menahan haus dan lapar, melainkan sebuah investasi amal dengan imbalan yang luar biasa. Berikut adalah beberapa keutamaannya:
-
Pahala Setara Puasa Setahun Penuh (Keutamaan Syawal): Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Muslim, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengiringinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun.”
-
Pahala Kebaikan yang Dilipatgandakan (Keutamaan Ayyamul Bidh): Dalam hadits riwayat Abu Daud, puasa tiga hari setiap bulan (Ayyamul Bidh) dinilai sama dengan puasa satu tahun penuh. Hal ini karena setiap satu amal kebaikan senantiasa dilipatgandakan sepuluh kali lipat.
-
Efisiensi dan Kecerdasan Beramal: Hanya dengan menahan lapar dari terbit fajar hingga terbenam matahari dalam satu hari, seorang Muslim langsung mencatatkan dua rekam jejak ibadah sunnah utama di sisi Allah SWT.
-
Menjaga Konsistensi (Istiqamah) Pasca-Ramadhan: Melanjutkan kebiasaan menahan hawa nafsu dan berpuasa setelah bulan Ramadhan usai adalah ciri utama dari amalan yang mabrur (diterima).
Manfaatkan hari ketiga Ayyamul Bidh pada Sabtu, 4 April 2026 ini dengan sebaik-baiknya. Jangan lupa persiapkan niat malam ini, sahur secukupnya, dan jadikan esok hari sebagai ladang pahala yang berlimpah.
