Penjelasan:
Beredar sebuah unggahan di media sosial yang menyebarkan foto pasien terjangkit kondiloma akuminata yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV) dikaitkan dengan tingginya angka kasus penyakit tersebut di kalangan Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer atau LGBTQ.
Faktanya, klaim foto pasien kondiloma akuminata dikaitkan dengan keberagaman gender tidak benar. Dilansir dari tempo.co, foto tersebut bersumber dari jurnal medis di Brasil pada 2020 dan tidak ada kaitannya dengan keberagaman gender. Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi di RSCM, Yudo Irawan, menjelaskan bahwa penularan HPV tidak memandang gender. Sampai saat ini belum terbukti yang menyebutkan hubungan gender dengan penularan Giant Condyloma Acuminata (GCA) secara langsung. Angka kasus HPV yang tinggi pada laki-laki lebih dimungkinkan karena perilaku seksual berisiko seperti bergonta-ganti pasangan, hubungan seks tanpa kondom, pelanggan seks berbayar, tidak sunat, kebiasaan merokok, dan sebagainya.
Link Counter:
https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-foto-pasien-hpv-dikaitkan-dengan-lgbtq-2275685
