Sabtu, 21 Maret 2026 menjadi momen yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh Indonesia. Muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, sebuah hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.
Kemeriahan gema takbir dan tradisi silaturahmi tentu akan mewarnai hari yang suci ini. Namun, di balik perayaan keagamaan yang penuh suka cita tersebut, tanggal 21 Maret secara global sebenarnya menyimpan berbagai peringatan penting yang sarat akan makna dan kepedulian bagi umat manusia.
Sejarah dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat beberapa peringatan internasional jatuh tepat pada tanggal ini. Mulai dari kepedulian terhadap isu kesehatan hingga kelestarian lingkungan, mari kita simak bersama ragam peringatan global yang bertepatan dengan momen Idulfitri tahun 2026.
Daftar Hari Peringatan pada 21 Maret 2026
1. Hari Sindrom Down Sedunia (World Down Syndrome Day)
Peringatan ini ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada bulan Desember 2011 dan mulai dirayakan secara resmi sejak tahun 2012. Pemilihan tanggal 21 Maret (atau bulan ke-3) memiliki makna filosofis yang merepresentasikan keunikan triplikasi (trisomi) pada kromosom ke-21, yang menjadi penyebab genetik sindrom Down.
Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik, mengadvokasi hak-hak dasar, serta mendorong inklusi dan kesejahteraan bagi individu dengan sindrom Down di seluruh dunia agar mereka dapat berpartisipasi penuh dalam masyarakat.
2. Hari Hutan Sedunia (International Day of Forests)
Tanggal 21 Maret juga didedikasikan sebagai Hari Hutan Sedunia, sebuah inisiatif kelestarian alam yang diproklamasikan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2012. Peringatan ini dirancang untuk merayakan dan meningkatkan kesadaran global akan pentingnya semua jenis hutan bagi keberlangsungan hidup di bumi.
Setiap tahunnya, berbagai negara didorong untuk menyelenggarakan kegiatan pelestarian, seperti kampanye penanaman pohon tingkat lokal maupun nasional, untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah perubahan iklim yang ekstrem, dan melindungi habitat keanekaragaman hayati.
3. Hari Puisi Sedunia (World Poetry Day) Selain isu kesehatan dan kelestarian lingkungan, aspek kebudayaan dan literasi juga dirayakan pada hari ini melalui Hari Puisi Sedunia. Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) menetapkan peringatan ini pada tahun 1999 saat menggelar Konferensi Umum ke-30 di Paris.
Tujuannya adalah untuk mendukung keragaman bahasa melalui ekspresi puitis, memberikan ruang bagi bahasa-bahasa yang terancam punah untuk didengar, serta menghormati para penyair dan menghidupkan kembali tradisi lisan pembacaan puisi dalam peradaban masyarakat modern.
4. Hari Internasional Penghapusan Diskriminasi Rasial
Peringatan yang satu ini memiliki latar belakang sejarah yang kelam sekaligus mendalam. Pada 21 Maret 1960, terjadi sebuah tragedi berdarah di Sharpeville, Afrika Selatan, di mana pihak kepolisian melepaskan tembakan dan menewaskan puluhan pengunjuk rasa damai yang menentang hukum apartheid.
Enam tahun setelah peristiwa tersebut, Majelis Umum PBB menetapkan hari itu sebagai momen internasional untuk menyerukan penghapusan segala bentuk diskriminasi rasial.
Peringatan ini menjadi pengingat yang tegas bagi komunitas global untuk terus memperjuangkan kesetaraan, toleransi, dan penegakan hak asasi manusia tanpa memandang warna kulit, keturunan, atau latar belakang etnis.
