Terdapat sejumlah hari penting yang dirayakan pada tanggal 21 September 2025. Lantas tanggal 21 September memperingati hari apa saja? Dalam kalender masehi, tanggal 21 September 2025 jatuh pada hari Minggu. Terdapat berbagai perayaan penting di dunia pada hari ini. Salah satu momen yang diperingati pada tanggal ini yaitu Hari Syukur Sedunia. Selain itu, masih banyak momen penting lainnya. Untuk mengetahui hari apa saja yang diperingati pada tanggal 21 September 2025, berikut ini ulasan lengkapnya yang dirangkum dari Days of the Year.
1. Hari Syukur Sedunia
Meluangkan waktu untuk menghargai hal-hal kecil dapat mendatangkan kebahagiaan yang besar. Berfokus pada apa yang Anda miliki, alih-alih apa yang kurang, akan menumbuhkan rasa puas.
Hari Syukur dirayakan setiap tahun pada tanggal 21 September. Perayaan Hari Syukur memungkinkan warga negara dan organisasi dalam masyarakat luas untuk merayakan makna luas dari rasa syukur dengan berbagai cara.
Sejarah Hari Syukur Sedunia
Perayaan ini berawal pada tahun 1965 di Hawaii ketika sebuah pertemuan internasional memutuskan bahwa akan menjadi ide yang baik untuk menetapkan satu hari dalam setahun untuk secara resmi mengungkapkan rasa syukur dan penghargaan atas banyak hal indah yang dapat ditemukan di dunia.
Setelah pertemuan di Hawaii, banyak peserta memperingati Hari Syukur pada tanggal 21 September 1966 ketika kembali ke negara masing-masing. Sejak saat itu, jumlah orang yang merayakan Hari Syukur di seluruh dunia terus bertambah.
2. Hari Miositis Sedunia
Hari Miositis Sedunia menyoroti sekelompok kondisi autoimun langka yang memengaruhi otot. Hari ini meningkatkan perhatian publik terhadap bagaimana peradangan otot dapat melemahkan rutinitas sehari-hari seseorang. Hari ini juga mencatat bagaimana penyakit ini dapat menyebar ke paru-paru, jantung, atau kulit.
Hari ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan di kalangan dokter dan masyarakat. Hal ini mengarah pada diagnosis dan dukungan yang lebih cepat bagi mereka yang terdampak.
Hari kesadaran ini juga menjalin secercah harapan melalui jaringan kelompok peduli di seluruh dunia. Organisasi dari Amerika Utara, Eropa, Asia, dan Australia bekerja sama untuk menyebarkan informasi dan berbagi cerita.
Acara dan kampanye media membantu orang-orang terhubung dan bersuara. Hal ini membangun jembatan dari kesalahpahaman menuju bantuan nyata. Pada gilirannya, hal ini memperkuat penelitian, advokasi, dan dukungan komunitas.
Sejarah Hari Miositis Sedunia
Hari Miositis Sedunia dimulai pada tahun 2023 melalui upaya bersama oleh kelompok pasien dari beberapa negara. Organisasi dari Australia, Kanada, Jerman, Belanda, Swedia, Inggris, Amerika Serikat, dan Republik Ceko bersatu dengan satu tujuan.
Mereka menginginkan satu hari untuk meningkatkan kesadaran akan miositis di seluruh dunia. Kondisi ini seringkali tidak terdiagnosis atau disalahpahami. Para pemimpin seperti Silke Schlüter dan Jens Schmidt membantu membentuk gagasan ini setelah berdiskusi dalam Kongres Miositis Dunia di Berlin. Tujuan mereka adalah menyatukan suara dan memberikan lebih banyak perhatian kepada orang-orang yang terdampak penyakit ini.
Tanggal 21 September dipilih. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari yang telah ditetapkan di Amerika Serikat sejak tahun 2006 untuk Hari Kesadaran Miositis Nasional. Anggota parlemen AS telah mendukung tanggal tersebut bertahun-tahun sebelumnya untuk mengakui kondisi tersebut secara resmi.
Pada tahun 2023, fokusnya beralih ke skala global. Sebuah logo bersama diciptakan oleh Koalisi Global untuk Miositis, yang juga dikenal sebagai GCOM. Hal ini memberikan gerakan ini identitas yang kuat dan jelas. Perayaan Hari Miositis Sedunia yang pertama berlangsung pada tahun 2024, dengan acara virtual dan kampanye kesadaran.
Negara-negara di seluruh benua turut berpartisipasi. Hari ini kini memberikan dukungan, visibilitas, dan harapan bagi orang-orang yang hidup dengan kelompok penyakit langka ini.
3. Hari Alzheimer Sedunia
Tingkatkan kesadaran, sumbangkan waktu dan uang, dan dukung jutaan keluarga yang terdampak penyakit kognitif degeneratif yang dikenal sebagai Alzheimer.
Setiap tanggal 21 September, Hari Alzheimer Sedunia mewarnai kalender. Ini adalah tanggal penting ketika orang-orang dari semua lapisan masyarakat bersatu untuk menyoroti penyakit Alzheimer, dengan tujuan menghapus bayang-bayang stigma dan meningkatkan pengetahuan tentang demensia di seluruh dunia.
Orang-orang berkumpul, didorong oleh misi bersama untuk mendukung mereka yang terdampak dan mendorong penelitian terhadap kondisi yang menantang ini.
Hari ini sangat penting karena berbagai alasan. Hari ini menggalang komunitas, badan layanan kesehatan, dan pemerintah untuk memprioritaskan perawatan dan penelitian Alzheimer.
Dengan memupuk lingkungan yang penuh pemahaman dan inovasi, hari ini membantu meningkatkan kualitas hidup penderita Alzheimer dan keluarga mereka. Hari ini adalah mercusuar harapan, menyatukan orang-orang di seluruh dunia dalam solidaritas melawan penyakit ini.
Dirayakan di tengah Bulan Alzheimer Sedunia, hari ini mendorong partisipasi aktif. Baik melalui peningkatan kesadaran, menjadi sukarelawan, maupun berdonasi, setiap tindakan bernilai.
Tujuan utamanya? Menciptakan dunia di mana Alzheimer dan demensia tidak lagi membayangi kehidupan, menjadikan setiap upaya untuk tujuan ini selangkah lebih dekat menuju masa depan yang lebih cerah.
Sejarah Hari Alzheimer Sedunia
Hari Alzheimer Sedunia berawal dari tujuan yang jelas: meningkatkan kesadaran tentang penyakit Alzheimer dan demensia. Hari ini pertama kali dicetuskan pada 21 September 1994 di Edinburgh.
Tanggal ini dipilih karena alasan khusus. Tanggal ini menandai peringatan 10 tahun Alzheimer’s Disease International (ADI), sebuah kelompok yang didirikan pada tahun 1984 yang bertujuan untuk mendukung mereka yang hidup dengan Alzheimer dan keluarga mereka.
Hari ini juga menghormati Dr. Alois Alzheimer, psikiater Jerman yang mengidentifikasi kasus pertama penyakit yang kemudian dikenal sebagai Alzheimer pada awal tahun 1900-an.
Sejak awal, Hari Alzheimer Sedunia telah menjadi peristiwa penting di seluruh dunia. Hari ini menyerukan pemahaman, perawatan, dan penelitian yang lebih baik tentang Alzheimer dan demensia.
Dengan menetapkan hari ini, orang-orang di seluruh dunia bersatu. Mereka bertujuan untuk menciptakan dunia di mana Alzheimer tidak merenggut ingatan atau martabat seseorang. Hari ini mendorong edukasi tentang penyakit ini, melawan stigma seputar demensia, dan mendukung penelitian serta inovasi penting.
Makna penting hari ini sangat luas. Hari ini tidak hanya mengedukasi masyarakat tentang Alzheimer dan dampaknya, tetapi juga mengurangi stigma seputar demensia.
Ini adalah ajakan untuk bertindak demi perawatan dan dukungan yang lebih baik bagi para pengasuh dan menekankan perlunya penelitian dan inovasi berkelanjutan dalam memahami dan mengobati penyakit Alzheimer dan demensia.
4. Hari Perdamaian Internasional
Sejak dibunyikannya Lonceng Perdamaian di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada tahun 1982, Hari Perdamaian Internasional telah menjadi hari untuk membangun sekaligus merayakan perdamaian.
Perdamaian berarti lebih dari sekadar tidak adanya perang antar berbagai negara. Konflik yang lebih umum muncul dari perselisihan dengan keluarga, kolega, dan tetangga, dan hal ini juga cenderung mengganggu rasa damai seseorang. Berdamai dengan seseorang hari ini, meskipun hanya dengan diri sendiri, adalah cara yang tepat untuk memperingati Hari Perdamaian Internasional.
Nyalakan lilin, renungkan, maafkan, dan nikmati ketenangan, karena inilah saatnya untuk Hari Perdamaian Internasional.
Sejarah Hari Perdamaian Internasional
Sejak tahun 1982, Hari Perdamaian Internasional dimulai dengan dibunyikannya Lonceng Perdamaian di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York. Hari ini berawal ketika Majelis Umum PBB menetapkannya dengan resolusi bulat, yang mendedikasikan hari tersebut untuk “memperingati dan memperkuat cita-cita perdamaian baik di dalam maupun di antara semua bangsa dan masyarakat”. Dua puluh tahun kemudian, pada tahun 2011, tanggal tersebut ditetapkan pada 21 September sebagai periode tanpa kekerasan dan gencatan senjata.
Setiap tahun, Hari Perdamaian Internasional menawarkan tema yang berbeda di mana orang-orang dapat berdialog dan bertujuan membangun hubungan yang mengatasi konflik. Beberapa tema di masa lalu meliputi:
- Akhiri Rasisme. Bangun Perdamaian.
- Memulihkan dengan Lebih Baik untuk Dunia yang Adil dan Berkelanjutan
- Membentuk Perdamaian Bersama
- Aksi Iklim untuk Perdamaian
Selain tema tahunan yang berubah-ubah, hari ini juga menawarkan pernyataan universal yang dapat digunakan sebagai ucapan selamat untuk memulai atau mengakhiri pertemuan perdamaian. Dengan tema yang konsisten ini, “Semoga Perdamaian Merajai Bumi“, Hari Perdamaian Internasional menawarkan kesempatan bagi beragam orang dari segala usia untuk berkumpul bersama dalam hasrat bersama akan perdamaian.
