Ada beberapa perayaan penting pada hari Senin, 15 September salah satunya adalah Tragedi Tanjung Priok 1984.
Tanggal 15 September bukanlah hari biasa. Di balik kalender, ada sejumlah momen penting yang diperingati di berbagai belahan dunia. Mulai dari penghargaan bagi pasangan hidup, penguatan demokrasi, hingga gerakan lingkungan.
15 September memperingati hari apa saja?
Berikut ini beberapa hari peringatan pada (15/9/2025) :
1. Hari Demokrasi Internasional
Sejak tahun 2007, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 15 September sebagai Hari Demokrasi Internasional. Tujuannya untuk mengingatkan pentingnya nilai demokrasi: kebebasan memilih, partisipasi warga negara, hingga kesetaraan tanpa diskriminasi. PBB pun aktif memantau jalannya pemilu di berbagai negara, membantu membangun konstitusi, hingga memperkuat lembaga demokrasi.
2. Hari Insinyur Sedunia
Profesi insinyur punya peran besar dalam kehidupan sehari-hari, dari infrastruktur hingga teknologi modern. Pada 15 September, dunia memberi apresiasi atas kerja keras mereka. Cara sederhana untuk merayakannya bisa dengan menonton film dokumenter seputar teknik, atau sekadar mengingat kembali betapa vitalnya kontribusi insinyur dalam pembangunan.
3. Hari Titik Internasional
Hari yang unik dan penuh kreativitas ini juga jatuh pada 15 September. Peringatan tersebut mendorong siapa saja—baik anak-anak maupun orang dewasa—untuk berani berkreasi. Mulai dari menggambar, menulis, melukis, menari, hingga bermusik. Pendidik di seluruh dunia biasanya merayakannya di kelas dengan berbagai aktivitas seni yang seru.
4. Hari Greenpeace
Tanggal ini juga menjadi momen lahirnya Greenpeace, organisasi lingkungan internasional yang berdiri pada 15 September 1971. Berawal dari aksi 17 aktivis menentang uji coba nuklir di lepas pantai Alaska, kini Greenpeace terus konsisten memperjuangkan kelestarian bumi. Di Vancouver, Kanada, 15 September bahkan ditetapkan sebagai Hari Greenpeace sejak 2011.
5. Hari Kesopanan Nasional Afrika
Sejak 2020, 15 September juga dirayakan sebagai Hari Kesopanan Nasional Afrika. Peringatan ini diinisiasi oleh World Civility Presidential Club untuk menghormati para pegiat kemanusiaan. Salah satu tokoh yang dikenang adalah Henry Dunant, pendiri Palang Merah Internasional sekaligus penerima Nobel Perdamaian pertama.
Beragam peringatan ini menjadi pengingat bahwa demokrasi, ilmu pengetahuan, kreativitas, hingga kepedulian terhadap sesama dan bumi, adalah bagian penting dari kehidupan manusia. Bukan sekadar seremonial, setiap momentum pada 15 September mengajak kita untuk terus berbuat baik, berkontribusi, dan menjaga dunia bagi generasi mendatang.
