Penggunaan gawai pada anak perlu diatur dengan bijak karena berkaitan erat dengan perkembangan otak, emosi, dan kemampuan kognitif mereka. Menurut Psikolog Anak Vera Itabiliana, M.Psi., anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya tidak diberikan akses gawai, kecuali untuk video call, karena pada usia ini otak sedang berkembang sangat pesat.
Untuk anak usia 2–5 tahun, penggunaan gawai maksimal 1 jam per hari dengan pendampingan orang tua. Penting juga untuk memilih konten yang tepat, serta menghindari video berdurasi pendek dan cepat, seperti konten 30 detik yang langsung diganti (scrolling). Hal ini bisa menyebabkan gangguan emosional karena anak belum sempat mencerna informasi sebelumnya.
Sementara itu, untuk anak usia 5 tahun ke atas, penggunaan gawai sebaiknya dibatasi hingga 1–2 jam per hari. Penggunaan untuk bermain game disarankan hanya di akhir pekan agar tidak mengganggu aktivitas fisik dan sosial anak di hari-hari sekolah.
Dengan pengawasan dan batasan waktu yang tepat, gawai tetap bisa menjadi alat yang bermanfaat tanpa mengorbankan tumbuh kembang anak.
