Momen Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan penyembelihan hewan kurban dan melimpahnya hidangan daging. Namun, mengonsumsi daging secara berlebihan tanpa memperhatikan cara pengolahan yang tepat dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memberikan sejumlah tips konsumsi daging kurban yang sehat dan aman.

1. Pilih daging rendah lemak, hindari jeroan

Dilansir dari laman resmi Kemenkes RI, Sehatnegeriku.kemkes.go.id, dr. Tan Shot Yen, seorang dokter dan ahli gizi, menyarankan masyarakat untuk memilih bagian daging yang rendah lemak seperti bagian sengkel dan menghindari bagian perut serta jeroan.

“Biasakan pilih area daging yang kurang berlemak. Sengkel misalnya, hindari area perut apalagi jeroan,” ujarnya dalam artikel berjudul Cara Sehat Mengonsumsi Daging Kurban yang dimuat pada 31 Agustus 2017.

2. Masak daging hingga matang, hindari membakar

Masih dari laman Sehatnegeriku.kemkes.go.id, Kemenkes mengingatkan agar masyarakat memasak daging hingga benar-benar matang untuk membunuh bakteri dan parasit. Dr. Tan menjelaskan bahwa metode memasak juga berpengaruh besar terhadap kesehatan.

“Daging yang digoreng akan menambah kadar lemak dari minyak goreng, sedangkan dibakar berisiko menghasilkan zat karsinogenik yang dapat memicu kanker,” jelasnya.

3. Batasi porsi seimbangkan dengan sayuran

Kemenkes RI menekankan pentingnya pengendalian porsi makan daging kurban. Terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan jeroan dapat memicu peningkatan kadar kolesterol dan asam urat. Terapkan pola makan sehat gizi seimbang, yaitu dengan membatasi konsumsi makanan yang mengandung kolesterol dan memperbanyak makan sayur serta buah-buahan.

4. Simpan daging secara tepat

Setelah menerima daging kurban, masyarakat dianjurkan untuk menyimpannya dalam freezer dengan membagi dalam porsi kecil. Ini akan menjaga kesegaran dan memudahkan pengolahan. Menurut dr. Tan , tidak harus semua dimasak sekaligus. Simpan dengan cara dibagi per porsi dalam kantong plastik agar mudah digunakan kapan pun dibutuhkan.

5. Hindari menghangatkan masakan bersantan

Masakan khas Idul Adha seperti rendang dan gulai memang lezat, tetapi berisiko tinggi jika dihangatkan berulang kali. Jika masak dengan santan, usahakan sekali masak langsung habiskan. Jangan dihangatkan apalagi dimasak kembali. Santannya sudah tidak sehat.

6. Konsultasikan bila punya penyakit penyerta

Bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menyantap daging kurban. Kemenkes menegaskan bahwa penyesuaian pola makan berdasarkan kondisi medis sangat penting guna mencegah komplikasi.

Dengan mengikuti panduan dari Kemenkes RI tersebut, masyarakat tetap bisa menikmati kelezatan daging kurban tanpa mengabaikan kesehatan. Ingat, pola makan sehat adalah kunci menjaga daya tahan tubuh, terutama di masa penuh perayaan seperti Idul Adha.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini