Sejak usia berapa si kecil mengenal gawai? apakah anda termasuk yang memakai jurus mengeluarkan gawai agar sikecil tidak rewel? Sebagai orang tua, kita memiliki peran penting dalam mengatur penggunaan gawai pada anak. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan untuk menghindari dampak negatif screentime berlebihan:
1. Tetapkan Batasan Screentime. untuk Anak di Atas 2 Tahun Setelah anak berusia 2 tahun, Anda bisa mulai memberikan mereka akses ke gawai dengan batasan yang jelas. Pastikan screentime mereka tidak melebihi 2 jam per hari. Batasan ini akan membantu anak belajar untuk mengelola waktu mereka dan mengurangi ketergantungan pada teknologi.
2. Ajak Anak Bermain. untuk Melatih Sensorik dan Meningkatkan Bonding Alih-alih memberikan gawai sebagai solusi hiburan, ajak anak untuk bermain dengan mainan edukatif, menggambar, atau bermain di luar rumah. Kegiatan seperti ini tidak hanya melatih keterampilan motorik dan sensorik anak, tetapi juga mempererat hubungan antara orang tua dan anak, menciptakan bonding yang lebih kuat.
3.Beri Waktu Screentime. pada Waktu Tertentu Tentukan waktu yang spesifik untuk screentime, seperti saat libur sekolah atau pada waktu tertentu yang disepakati. Ini akan memberikan anak rasa disiplin dan keteraturan dalam penggunaan teknologi. Hindari memberikan akses gawai sepanjang hari, terutama ketika anak sedang bosan atau rewel.
4. Bernegosiasi dan Ajarkan Pengendalian Diri. Jika anak menangis atau marah karena tidak ingin berhenti bermain gawai, cobalah untuk bernegoisasi. Misalnya, Anda bisa menawarkan kegiatan lain yang menarik atau memberikan waktu tambahan untuk screentime di lain waktu. Ajarkan anak untuk menghargai waktu dan belajar mengendalikan diri, sehingga mereka lebih bisa menerima batasan yang diberikan.
