Tanggal 31 Mei diketahui menjadi tanggal bersejarah dan diperingatinta beberapa hari besar.
Pada hari ini, tercatat ada beberapa perayaan hari bersejarah. Diantaranya sebagai berikut:
1. Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Setiap tanggal 31 Mei, dunia memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (World No Tobacco Day) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penggunaan tembakau dan produk nikotin terhadap kesehatan.
Tahun 2026, tema yang diusung adalah “Unmasking the Appeal – Countering Nicotine and Tobacco Addiction” atau “Mengungkap Daya Tarik: Melawan Kecanduan Nikotin dan Tembakau”. Tema ini mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap berbagai strategi yang membuat produk tembakau dan nikotin terlihat menarik, terutama bagi generasi muda.
Merokok bukan sekadar kebiasaan, tetapi faktor risiko berbagai penyakit serius, seperti:
* Kanker paru-paru
* Penyakit jantung dan pembuluh darah
* Stroke
* Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
* Gangguan pernapasan lainnya
Tak hanya membahayakan perokok aktif, asap rokok juga berdampak buruk bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya sebagai perokok pasif.
Berhenti merokok memang tidak selalu mudah, tetapi setiap langkah kecil menuju hidup tanpa rokok merupakan investasi besar bagi kesehatan. Semakin cepat berhenti, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan tubuh.
Selain menghindari rokok, masyarakat juga diimbau untuk rutin memantau kondisi kesehatannya melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu mendeteksi faktor risiko penyakit lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Mari jadikan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 sebagai momentum untuk memilih hidup yang lebih sehat, melindungi diri sendiri, keluarga, dan generasi mendatang dari bahaya tembakau.
Berani berhenti merokok hari ini, demi hidup yang lebih sehat esok hari.
2. Hari Burung Beo Sedunia
Di tanggal 31 Mei juga diperingati sebagai Hari Burung Beo Sedunia atau World Parrot Day.
Burung beo bukan hanya dikenal karena kemampuannya menirukan suara manusia, tapi juga memiliki keunikan biologis seperti paruh kuat dan warna mencolok.
Ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi satwa eksotis burung beo.
Pasalnya, tercatat, sepertiga dari 398 spesies burung beo terancam punah.
