28 September mungkin hanya terlihat sebagai hari biasa. Namun jika ditelusuri lebih jauh, tanggal ini ternyata memiliki sejumlah momentum yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Berikut deretan peringatan 28 September yang menarik
1. Hari Kereta Api Indonesia (HKAI)
Bagi dunia perkeretaapian Indonesia, 28 September memiliki tempat penting dalam sejarah. KAI sendiri mencantumkan 28 September sebagai HUT Kereta Api Indonesia dalam kalender resminya. Tanggal tersebut berkaitan dengan peristiwa pada 28 September 1945, ketika para pekerja kereta api Indonesia mengambil alih pengelolaan perkeretaapian dari Jepang setelah Indonesia merdeka.
Momentum itu kemudian menjadi tonggak lahirnya Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI). Dari perjalanan panjang tersebut, sistem perkeretaapian nasional terus berkembang hingga menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero). Lantas, bagaimana perjalanan kereta api Indonesia dari masa perjuangan hingga menjadi salah satu moda transportasi penting masyarakat saat ini?
Pertanyaan itu membuat 28 September bukan hanya menjadi tanggal peringatan, tetapi juga momentum untuk melihat kembali panjangnya perjalanan transportasi kereta api di Indonesia.
2. Hari Komunitas Nasional
28 September juga kerap dikaitkan dengan Hari Komunitas Nasional, sebagai momentum untuk melihat kembali peran komunitas di tengah masyarakat. Komunitas bukan hanya tempat berkumpul berdasarkan kesamaan hobi. Di berbagai daerah, komunitas dapat menjadi ruang bertukar pengetahuan, melakukan kegiatan sosial, menjaga kebudayaan, hingga menggerakkan kepedulian terhadap lingkungan.
Dari kelompok kecil yang bertemu secara rutin, berbagai kegiatan dapat berkembang menjadi gerakan yang memberikan manfaat lebih luas. Pertanyaannya, seberapa besar sebenarnya peran komunitas dalam kehidupan masyarakat sehari-hari?
Jawabannya dapat ditemukan dari berbagai kegiatan komunitas di sekitar kita, mulai dari pendidikan, sosial, budaya, olahraga hingga kegiatan kemanusiaan.
3. Hari Rabies Sedunia atau World Rabies Day
Tanggal 28 September juga menjadi perhatian dunia karena diperingati sebagai World Rabies Day atau Hari Rabies Sedunia. WHO menetapkan 28 September sebagai momentum tahunan untuk meningkatkan kesadaran mengenai eliminasi rabies. Pada World Rabies Day 2026, tema yang diangkat adalah “Stronger Together”, yang menekankan pentingnya kerja sama masyarakat, tenaga kesehatan, tenaga veteriner, pemerintah dan berbagai pihak dalam pencegahan rabies.
Rabies bukan hanya persoalan kesehatan hewan. Penyakit ini juga berkaitan langsung dengan keselamatan manusia.
Karena itu, peringatan ini menjadi pengingat bahwa pencegahan, vaksinasi hewan, kewaspadaan terhadap gigitan hewan penular rabies serta penanganan yang tepat memiliki peran penting. Pertanyaan yang kemudian muncul sederhana: seberapa penting masyarakat mengetahui langkah yang harus dilakukan setelah terkena gigitan hewan yang dicurigai membawa rabies?
Kesadaran dan informasi yang benar menjadi bagian penting dalam upaya mencegah dampak yang lebih serius.
4. Hari Hak untuk Tahu Internasional
Ada pula momentum yang berkaitan dengan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi, yang dikenal luas sebagai International Right to Know Day. Peringatan ini memiliki keterkaitan erat dengan gagasan keterbukaan informasi publik. Masyarakat memiliki kebutuhan untuk memperoleh informasi yang dapat membantu mereka memahami kebijakan, pelayanan publik maupun berbagai hal yang menyangkut kepentingan umum.
Di era digital, kebutuhan tersebut semakin terasa. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, tetapi masyarakat juga harus mampu membedakan informasi resmi, informasi yang belum terverifikasi dan informasi yang menyesatkan.
Di sinilah literasi informasi menjadi semakin penting.
5. Hari Akses Informasi Sejagat
Secara resmi di tingkat internasional, UNESCO mencatat 28 September sebagai International Day for Universal Access to Information (IDUAI) atau Hari Akses Informasi Sejagat. Hari tersebut ditetapkan UNESCO dan kemudian diproklamasikan di tingkat PBB pada 2019.
UNESCO menjelaskan bahwa akses terhadap informasi berperan dalam memberdayakan masyarakat, mendukung pengambilan keputusan yang terinformasi, mendorong inklusivitas serta kemajuan sosial. Artinya, informasi bukan sekadar sesuatu yang dibaca atau dibagikan. Informasi juga dapat menjadi bekal masyarakat untuk memahami persoalan dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial dan berbagai platform digital, pesan 28 September menjadi semakin relevan: masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi, tetapi juga akses terhadap informasi yang dapat dipercaya.
