Bulan Rabiul Akhir 1448 Hijriah telah tiba, membawa suasana penuh ketenangan bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas keimanan. Momentum pergantian bulan ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan kesempatan emas menambah pahala.
Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah puasa Ayyamul Bidh. Ibadah yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Hijriah ini memiliki keutamaan mulia, yakni pahalanya setara dengan berpuasa sepanjang tahun.
Pada Rabiul Akhir tahun ini, jadwal pelaksanaannya bertepatan dengan akhir pekan yang menjadikannya waktu ideal untuk beribadah. Mulai besok, Jumat 25 September 2026, umat Islam sudah dapat menunaikan puasa sarat berkah ini hingga Minggu.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2026
Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia, bulan Rabiul Akhir 1448 H berlangsung selama 30 hari. Ibadah puasa sunnah Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulan Hijriah.
Pada bulan ini, pelaksanaan puasa tersebut jatuh pada pekan keempat bulan September 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut:
-
Hari Pertama (13 Rabiul Akhir 1448 H): Jumat, 25 September 2026
-
Hari Kedua (14 Rabiul Akhir 1448 H): Sabtu, 26 September 2026
-
Hari Ketiga (15 Rabiul Akhir 1448 H): Minggu, 27 September 2026
Jadwal yang bertepatan dengan akhir pekan ini memberikan kelonggaran bagi masyarakat luas, baik pekerja maupun pelajar, untuk dapat melaksanakannya dengan lebih khusyuk tanpa terganggu rutinitas berat.
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Niat merupakan rukun utama dalam setiap ibadah, termasuk puasa. Berbeda dengan puasa wajib di bulan Ramadhan yang niatnya harus dilakukan sebelum waktu fajar, niat puasa sunnah Ayyamul Bidh memiliki sedikit kelonggaran. Niat boleh diucapkan pada pagi hari atau sebelum matahari tergelincir (waktu Zuhur), dengan syarat seseorang belum mengonsumsi makanan atau minuman sejak subuh.
Berikut adalah lafal niat puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdh lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’ala.”
Tata Cara Pelaksanaan
Pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh pada dasarnya sama dengan tata cara puasa fardu maupun puasa sunnah lainnya. Berikut adalah tahapan sistematis yang disunnahkan:
1. Mengakhirkan Sahur
Umat Islam sangat dianjurkan untuk bangun dan melaksanakan makan sahur. Sesuai tuntunan Rasulullah SAW, waktu sahur yang paling baik adalah mendekati waktu fajar atau imsak.
2. Menahan Diri
Setelah azan Subuh berkumandang, umat Islam diwajibkan untuk menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, serta menahan emosi dan hawa nafsu hingga matahari terbenam.
3. Meningkatkan Amal Kebaikan
Bulan Rabiul Akhir dapat menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan ibadah spiritual. Sembari berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, berzikir, serta menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah kepada sesama yang membutuhkan.
4. Menyegerakan Berbuka
Saat azan Maghrib berkumandang, sunnah hukumnya untuk segera membatalkan puasa. Dianjurkan untuk mengawali buka puasa dengan mengonsumsi kurma dan air putih sebelum menunaikan ibadah shalat Maghrib.
Melaksanakan puasa Ayyamul Bidh bukan sekadar menjalankan rutinitas sunnah bulanan, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi diri dan detoksifikasi spiritual di tengah dinamika aktivitas sehari-hari.
