Tanggal 23 September setiap tahunnya diperingati sebagai momen penting bagi berbagai elemen masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Peringatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus apresiasi terhadap sejarah dan keberagaman.

Di Indonesia, hari ini dirayakan secara khusus untuk mengingat kejayaan nusantara di sektor kelautan. Penetapan tersebut bertujuan untuk kembali membangkitkan kesadaran masyarakat tentang potensi besar laut sebagai tulang punggung ekonomi negara.

Selain peringatan nasional, dunia global juga mendedikasikan hari ini untuk menghormati hak-hak penyandang disabilitas rungu. Pengakuan internasional ini mendorong inklusivitas dan aksesibilitas komunikasi tanpa batas di tengah masyarakat modern.

1. Hari Maritim Nasional

Peringatan Hari Maritim Nasional didasarkan pada momentum bersejarah saat Presiden Soekarno meresmikan Musyawarah Maritim Nasional (Munamar) pertama pada tahun 1963. Setahun kemudian, melalui Surat Keputusan (SK) Presiden Nomor 249 Tahun 1964, pemerintah secara resmi menetapkan 23 September sebagai Hari Maritim Nasional.

Langkah ini merupakan penegasan atas identitas Indonesia sebagai negara kepulauan (archipelagic state) terbesar di dunia. Peringatan ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan seremonial, tetapi juga sebagai seruan strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya kelautan.

Pemerintah dan pemangku kepentingan maritim menggunakan momentum ini untuk mengkampanyekan pentingnya menjaga kedaulatan laut, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta mempromosikan pariwisata bahari Nusantara.

2. Hari Bahasa Isyarat Internasional

Di kancah global, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 23 September sebagai Hari Bahasa Isyarat Internasional atau International Day of Sign Languages. Tanggal ini dipilih untuk menghormati hari berdirinya Federasi Tuli Sedunia (World Federation of the Deaf / WFD) yang terbentuk pada tahun 1951. WFD merupakan organisasi yang berdedikasi memperjuangkan dan melindungi hak asasi puluhan juta tunarungu di seluruh dunia.

Tujuan utama peringatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas akan pentingnya bahasa isyarat dalam memastikan pemenuhan hak asasi manusia bagi penyandang disabilitas rungu. Akses awal ke bahasa isyarat dan layanan berbasis bahasa isyarat dinilai krusial untuk menunjang pertumbuhan, perkembangan kognitif, serta partisipasi aktif kelompok tunarungu di berbagai sektor publik.

Kedua peringatan ini, meski berakar dari latar belakang yang sangat berbeda, sama-sama membawa pesan sentral mengenai pentingnya merawat potensi bangsa dan menjunjung tinggi kesetaraan hak di dalam kehidupan bermasyarakat.

3. Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Utara

23 September juga merupakan momentum bersejarah dan perayaan penting bagi masyarakat bumi Nyiur Melambai, yakni Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Utara.

Informasi ini memang sering luput dari daftar perayaan global atau nasional yang dimuat media arus utama karena cakupannya yang lebih bersifat kedaerahan, namun nilai historisnya sangat krusial bagi sejarah ketatanegaraan Indonesia.

Provinsi Sulawesi Utara resmi berdiri secara otonom pada tanggal 23 September 1964. Penetapan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964, yang menandai pemisahan dari Provinsi Sulawesi Utara-Tengah menjadi dua wilayah administratif yang berdiri sendiri.

Setiap tahunnya, perayaan HUT Sulut selalu menjadi semarak pesta rakyat dan ajang refleksi, yang umumnya diisi dengan:

  • Sidang Paripurna Istimewa: Dilaksanakan oleh DPRD Provinsi Sulawesi Utara sebagai ruang refleksi pencapaian dan target pembangunan daerah ke depan.

  • Gelar Budaya dan Pesta Rakyat: Menampilkan kekayaan kearifan lokal seperti Tari Kabasaran dan Maengket, festival kuliner, hingga pameran potensi UMKM dari berbagai kabupaten/kota di Sulut.

  • Upacara Adat dan Kenegaraan: Melibatkan jajaran pemerintah provinsi yang sering kali tampil mengenakan busana adat khas Minahasa, Sangihe, Talaud, hingga Bolaang Mongondow.

Kehadiran HUT Provinsi Sulawesi Utara ini tentunya melengkapi daftar peringatan penting pada 23 September, bersanding dengan Hari Maritim Nasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional.

September 23, 2026

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini