Setiap tanggal dalam kalender menyimpan rangkaian peristiwa sejarah dan momen penting yang diperingati oleh masyarakat. Pada tanggal 5 Juli 2026 yang jatuh pada hari Minggu, terdapat sejumlah peringatan penting baik dalam konteks nasional maupun internasional.
Mulai dari kilas balik kedaulatan ekonomi, catatan krusial sejarah politik ketatanegaraan Indonesia, hingga perayaan olahraga di tingkat global, seluruhnya berpadu pada hari ini. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai daftar hari besar dan momen penting yang diperingati setiap tanggal 5 Juli.
1. Hari Bank Indonesia
Salah satu peringatan nasional utama yang diperingati setiap tanggal 5 Juli adalah Hari Bank Indonesia. Momentum ini menjadi pengingat penting mengenai perjalanan panjang berdirinya bank sentral di Indonesia sebagai simbol kedaulatan ekonomi negara.
-
Sejarah dan Latar Belakang: Sejarah perbankan nasional mencatat bahwa pemilihan tanggal 5 Juli sebagai Hari Bank Indonesia merujuk pada hari lahirnya Bank Negara Indonesia (BNI) pada 5 Juli 1946. Lahirnya BNI menjadi tonggak awal berdirinya sistem perbankan nasional yang berdaulat milik Republik Indonesia.
-
Transisi Menjadi Bank Sentral: Kebutuhan untuk memiliki bank sentral nasional yang mandiri mendorong pemerintah melakukan nasionalisasi terhadap De Javasche Bank (DJB), yang sebelumnya berfungsi sebagai bank sirkulasi pada masa kolonial Hindia Belanda. Proses ini diawali dengan pembentukan Panitia Nasionalisasi DJB dan berlanjut hingga diterbitkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1953 tentang Pokok Bank Indonesia.
-
Peresmian BI: Melalui undang-undang tersebut, Bank Indonesia (BI) resmi berdiri dan disahkan sebagai bank sentral Republik Indonesia pada 1 Juli 1953. Kendati demikian, guna menghormati cikal bakal lahirnya sistem perbankan berdaulat pada tahun 1946, tanggal 5 Juli tetap diperingati sebagai Hari Bank Indonesia.
2. Peringatan Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Selain sektor ekonomi, tanggal 5 Juli memegang arti politik yang sangat fundamental dalam perjalanan ketatanegaraan Indonesia melalui peristiwa Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Peristiwa ini menandai langkah krusial Presiden pertama RI, Soekarno, dalam mengubah arah politik nasional demi menyelamatkan stabilitas negara.
-
Latar Belakang Krisis: Keluarnya dekrit ini dipicu oleh kegagalan Badan Konstituante dalam menyusun dan menetapkan konstitusi baru sebagai pengganti Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950. Selama bertahun-tahun, lembaga tersebut tidak kunjung mencapai kesepakatan, yang pada akhirnya memicu ketidakstabilan politik nasional yang berlarut-larut.
-
Ketidakpastian Parlemen: Seringnya terjadi pergantian kabinet kian memperparah instabilitas politik dalam negeri. Selain itu, proses pemungutan suara (voting) di dalam Badan Konstituante kerap kali tidak memenuhi kuorum, meskipun mayoritas anggotanya sebenarnya telah menyatakan setuju untuk kembali ke UUD 1945.
-
Isi dan Dampak Dekrit: Demi mengatasi kebuntuan tersebut, Presiden Soekarno secara resmi mengumumkan Dekrit Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, pada pukul 17.00 WIB. Dekrit ini memuat tiga keputusan pokok, yakni pembubaran Dewan Konstituante, pemberlakuan kembali UUD 1945 serta penghentian UUDS 1950, dan pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) serta Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS).
3. Hari Bulu Tangkis Sedunia (World Badminton Day)
Bergeser ke skala global, tanggal 5 Juli diperingati di seluruh dunia sebagai Hari Bulu Tangkis Sedunia atau World Badminton Day. Hari ini didedikasikan untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat dan komunitas yang aktif di dunia bulu tangkis.
-
Asal-usul Penetapan: Peringatan internasional ini secara resmi ditetapkan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF). Hari Bulu Tangkis Sedunia pertama kali dirayakan secara global pada tanggal 5 Juli 2022.
-
Alasan Pemilihan Tanggal: Pemilihan tanggal 5 Juli merujuk langsung pada sejarah berdirinya organisasi induk bulu tangkis internasional tersebut (BWF) pada 5 Juli 1934 silam.
-
Tujuan Kampanye: Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat global serta menginspirasi lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam olahraga bulu tangkis. Melalui perayaan ini, BWF mengajak komunitas dunia untuk terus menjalani gaya hidup yang lebih aktif, sehat, sekaligus mempererat kebersamaan antarpenggemar olahraga tepok bulu tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa tanggal 5 Juli menyimpan makna yang kaya, baik bagi Indonesia maupun dunia. Peringatan Hari Bank Indonesia dan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 memperkokoh ingatan kolektif kita akan perjuangan kedaulatan ekonomi serta dinamika politik bangsa.
Sementara itu, Hari Bulu Tangkis Sedunia membawa pesan positif dari panggung olahraga internasional untuk membangun masyarakat global yang lebih sehat dan suportif.
