Tanggal 10 Juni menjadi salah satu momentum yang diwarnai oleh berbagai peringatan penting, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di Indonesia, tanggal ini sangat lekat dengan peringatan di bidang kewirausahaan dan literasi digital. Sementara itu, di belahan dunia lain, 10 Juni juga menjadi hari bersejarah untuk merayakan tradisi budaya, tokoh bangsa, hingga kesadaran kesehatan.
Lantas, tanggal 10 Juni 2026 memperingati hari apa saja? Berikut adalah ulasan lengkap mengenai ragam peringatan yang jatuh pada 10 Juni.
1. Hari Kewirausahaan Nasional
Setiap tanggal 10 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Kewirausahaan Nasional. Peringatan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 20 Tahun 2024 yang ditandatangani pada 10 Juni 2024. Pemilihan tanggal tersebut secara khusus bertepatan dengan hari ulang tahun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), yang juga bertindak sebagai pihak pengusul peringatan ini.
Menurut salinan Keppres terkait, terdapat tiga landasan utama diresmikannya hari ini:
-
Kewirausahaan memiliki peran vital dalam menyediakan lapangan kerja, menyerap tenaga kerja, serta mengurangi kesenjangan ekonomi.
-
Upaya strategis untuk mendorong produktivitas nasional.
-
Keinginan pemerintah untuk menumbuhkembangkan semangat serta kesadaran masyarakat untuk mulai berwirausaha.
2. Hari Media Sosial
Di samping urusan ekonomi, 10 Juni juga menjadi tonggak literasi digital di Tanah Air melalui peringatan Hari Media Sosial. Hari ini pertama kali digagas pada 10 Juni 2015 oleh Handi Irawan D., seorang pengusaha, pakar pemasaran, sekaligus pendiri Frontier Group yang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah.
Hari Media Sosial lahir dari kesadaran bahwa masyarakat Indonesia memerlukan edukasi yang lebih baik dalam bermedia sosial. Tujuannya adalah agar segala aktivitas di dunia maya dapat memberikan dampak dan pengaruh positif, baik bagi individu, masyarakat, hingga pelaku usaha. Cara paling sederhana untuk merayakan hari ini adalah dengan membagikan kabar baik, cerita inspiratif, maupun kalimat motivasi melalui platform media sosial masing-masing.
3. Hari Bakcang (Peh Cun)
Pada tahun-tahun tertentu (seperti pada tahun 2024), 10 Juni bertepatan dengan perayaan Hari Bakcang atau Peh Cun. Diperingati setiap tanggal 5 bulan 5 dalam sistem penanggalan Lunar, tradisi ini dirayakan secara luas oleh etnis Tionghoa di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.
Secara historis, tradisi yang sudah ada sejak zaman Qun Chiu (722 SM–481 SM) ini digelar untuk mengenang Qu Yuan (340 SM–278 SM), seorang menteri patriotik dari Negara Chu. Beberapa kegiatan ikonik yang menyertai perayaan ini antara lain lomba perahu naga, tradisi makan bakcang, hingga menggantungkan rumput ai dan changpu.
4. Hari Portugal
Bagi masyarakat Portugal, 10 Juni adalah hari libur nasional yang secara resmi dikenal sebagai Dia de Portugal, de Camões e das Comunidades Portuguesas (Hari Portugal, Camões, dan Komunitas Portugis). Peringatan ini diresmikan pada 1944 oleh Perdana Menteri António de Oliveira Salazar.
Tanggal ini dipilih untuk menghormati kematian Luís de Camões pada 10 Juni 1580. Ia adalah penyair dan ikon nasional Portugal yang abadi melalui karya puisi tentang epik penjelajahan bangsa Portugis pada abad ke-15, yang bahkan diangkat menjadi simbol kebangsaan negara tersebut.
5. Hari EHS (Electromagnetic Hypersensitivity Syndrome)
Di Amerika Serikat, 10 Juni diperingati sebagai Hari EHS. Peringatan ini dicetuskan pertama kali pada tahun 2020 oleh perusahaan Defender Shield. Tujuannya adalah membangun kesadaran tentang Sindrom Hipersensitivitas Elektromagnetik—sebuah kondisi di mana seseorang menjadi sangat sensitif terhadap paparan lingkungan listrik, seperti ponsel pintar, Wi-Fi, hingga barang elektronik lainnya.
6. Hari Pencegahan Kutu Busuk Nasional
Peringatan unik lainnya yang datang dari Amerika Serikat pada tanggal ini adalah Hari Pencegahan Kutu Busuk Nasional. Diperkenalkan oleh Dodson Pest Control pada tahun 2019, hari ini didedikasikan untuk mengapresiasi para profesional yang berjasa dalam menangani serangan hama kutu busuk. Sejarah mencatat, sebelum masifnya penggunaan pestisida di abad ke-20, serangga penghisap darah ini sempat menjadi endemik di hampir seluruh rumah, khususnya akibat adaptasi mereka terhadap lingkungan rumah yang menggunakan pemanas listrik.
