Sejarah baru tercipta di pasar keuangan Indonesia ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus level psikologis Rp 18.000. Posisi ini tercatat sebagai titik terlemah sepanjang sejarah perdagangan rupiah. Penguatan mata uang dolar AS yang menekan rupiah ini memicu kekhawatiran karena dampaknya yang meluas pada biaya investasi, sektor perdagangan, hingga daya beli masyarakat umum.

Lantas, di level berapa tepatnya posisi kurs saat ini dan apa yang memicu kejatuhan tersebut? Simak rincian nilai tukar, penyebab pelemahan, serta cara mengecek pergerakan kurs secara resmi di bawah ini.

1 Dolar Berapa Rupiah?

Berdasarkan catatan pergerakan pasar pada Kamis (4/6/2026), nilai tukar dolar AS terpantau terus melaju di atas level Rp 18.000. Meskipun setiap platform penyedia data keuangan menunjukkan angka yang sedikit berbeda, tren dolar AS tetap konsisten berada pada jalur penguatan terhadap mata uang Indonesia.

  • Investing: Pada pukul 06.45 WIB, nilai dolar AS tercatat berada di level Rp 18.015. Angka ini mencerminkan penguatan sekitar 0,28 persen atau 49,4 basis poin. Sepanjang perdagangan harian tersebut, kurs dolar AS berfluktuasi pada rentang Rp 17.937 hingga Rp 18.024.

  • Google Finance: Kurs dolar AS sempat menyentuh angka Rp 18.022 per dolar AS pada malam sebelumnya. Dolar AS juga sempat terpantau di posisi Rp 18.010 pada pukul 06.23 WIB, sebelum kemudian turun tipis ke level Rp 17.971 pada pukul 07.15 WIB, dan bergerak kembali melemah ke kisaran Rp 17.900.

  • Bloomberg: Posisi kurs sempat menembus level Rp 18.028 per dolar AS pada pukul 09.30 WIB. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan rupiah sebanyak 62 poin atau 0,35 persen jika dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya. Pada perdagangan sehari sebelumnya, dolar AS mengalami penguatan harian sebesar 0,71 persen dan berada di level Rp 17.966, atau tepatnya ditutup di posisi Rp 17.966,5.

5 Penyebab Rupiah Terpuruk

Pelemahan mata uang Garuda tidak terjadi secara mendadak, melainkan merupakan imbas dari kombinasi tekanan faktor domestik maupun eksternal global. Chief Economist Bank Tabungan Negara Myrdal Gunarto dan Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra menyoroti sejumlah faktor krusial penyebab anjloknya rupiah:

  • Ketidakpastian Geopolitik Global: Situasi di Timur Tengah, khususnya konflik saling serang antara AS dan Iran yang belum beres, mendorong kepanikan di pasar. Investor global yang mencari aman secara masif memburu dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga posisinya terus menguat mengalahkan mata uang negara berkembang seperti rupiah.

  • Derasnya Arus Modal Keluar (Capital Outflow): Investor global terus memindahkan instrumen investasinya dari pasar negara berkembang (emerging market) ke negara maju (developed market). Tercatat ada aksi jual bersih dana asing dari pasar saham Indonesia sebesar 478,5 juta dolar AS pada 29 Mei 2026, yang disusul arus modal keluar senilai 78,13 juta dolar AS pada 2 Juni 2026. Keluarnya modal ini banyak terjadi pada saham konglomerasi dan yang terkait pelepasan posisi indeks MSCI.

  • Lonjakan Harga Minyak Dunia: Eskalasi ketegangan global membuat harga minyak mentah Brent melonjak 1,1 persen menjadi 96 dolar AS per barel, sementara WTI naik 1,7 persen ke level 93,76 dolar AS per barel. Kenaikan harga ini menambah berat langkah perekonomian Indonesia sebagai importir energi dan berisiko menaikkan harga barang-barang konsumsi.

  • Efek Musiman Pembagian Dividen: Secara domestik, rupiah terbebani oleh tingginya kebutuhan valuta asing usai musim Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Banyak perusahaan harus menyediakan dan memborong dolar AS guna membayarkan dividen untuk porsi kepemilikan investor asing.

  • Surplus Neraca Perdagangan yang Tipis: Ketersediaan valas (pasokan dolar AS) di dalam negeri berkurang akibat menipisnya surplus neraca perdagangan. Pada bulan April 2026, Indonesia tercatat hanya mampu membukukan surplus perdagangan sebesar 89 juta dolar AS.

Respons Intervensi Bank Indonesia

Guna mengantisipasi tekanan bertubi-tubi ini, Bank Indonesia (BI) terus memantau setiap perkembangan pada pasar keuangan global maupun domestik.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, memastikan bahwa bank sentral akan senantiasa hadir dan berada di pasar. BI mengoptimalkan seluruh bauran instrumen kebijakannya untuk menjaga kecukupan likuiditas valas agar mekanisme pasar berjalan dengan baik. Langkah tegas ini disiapkan untuk menjaga stabilitas pergerakan nilai tukar, mengendalikan volatilitas yang berlebihan, dan secara umum memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.

Simak Cara Mengecek Kurs Dolar ke Rupiah di Situs Bank Indonesia

Jika Anda ingin memantau fluktuasi uang secara langsung, akurat, dan resmi, Anda dapat memanfaatkan instrumen Kalkulator Kurs yang dirilis oleh laman resmi Bank Indonesia. Berikut langkah-langkah praktis menggunakannya:

  • Akses Laman Resmi BI: Kunjungi situs web Bank Indonesia, buka navigasi menu pada bagian “Statistik”, kemudian masuk ke menu “Informasi Kurs”. Lanjutkan dengan membuka tautan “Kalkulator Kurs”.

  • Pilih Arah Konversi: Tentukan bagian perhitungan kurs yang Anda butuhkan; pilih “Rupiah ke Mata Uang Asing” atau sebaliknya “Mata Uang Asing ke Rupiah”.

  • Tentukan Tipe Transaksi: Pada kolom opsi “Tipe Transaksi”, pilih salah satu dari enam tipe yang tersedia, contohnya “Kurs Transaksi – Jual”, “Kurs Transaksi – Beli”, “Kurs Transaksi – Tengah”, atau gunakan klasifikasi “Kurs UKA” (Uang Kertas Asing).

  • Masukkan Nominal: Isikan besaran angka yang ingin dikonversi di dalam kolom “Nominal”.

  • Pilih Kode Mata Uang: Tentukan jenis mata uang asing melalui menu tarik-turun (dropdown) “Kode Singkatan”. Sebagai contoh, pilih “USD” untuk menghitung nilai mata uang US Dollar, atau “IDR” untuk Rupiah.

  • Gunakan Filter Periode: Untuk melihat data atau fluktuasi secara runut, tentukan rentang pada kolom “Periode” yang tersedia mulai dari “Hari ini”, “Harian”, “Bulanan”, maupun “Tahunan”. Sistem akan langsung menyajikan hasil perhitungan nilai yang terkonfirmasi atau menyediakan grafik riwayat (grafik time series) dari nilai kurs yang Anda minta.

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini Klik Gambar Ini